Badan Perfilman Indonesia menghelat acara puncak Hari Film Nasional 2016 dengan tema ‘Film Indonesia adalah kita’ di Balai Kota DKI Jakarta.

POSTERBadan Perfilman Indonesia (BPI) menghelat acara puncak Hari Film Nasional (HFN) 2016 di Balai Agung Kantor Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/3). Perayaan HFN kali ini mengusung tema ‘Film Indonesia adalah kita’.

Acara ini diawali dengan penyerahan cetak biru dari hasil workshop yang dilakukan oleh 80 sineas pada awal Maret lalu untuk menghasilkan konsep penyelenggaraan festival film untuk kaum muda Indonesia.

Dalam perayaan tersebut, BPI mengundang keluarga dari Usmar Ismail, seorang sutradara yang juga menjadi pelopor dunia perfilman di Indonesia. Selain itu, BPI juga  memberikan penghargaan berupa Piala Antemas untuk film komersial terlaris sepanjang 2015-2016.

“Kita memberikan apresiasi kepada sineas yang membaktikan diri selama 10 tahun dan sekarang sudah sepuh. Sebagian dari mereka pun pernah terlibat di film karya Usmar Ismail,” ujar Ketua Panitia HFN 2016, Niniek L Karim dalam siaran pers, Selasa (29/3).

Malam harinya, perhelatan akan dilanjutkan dengan pemutaran sebuah film klasik karya Usmar Ismail yang berjudul “3 Dara”. Film yang diproduksi pada 1956  meraih Piala Citra tahun 1960 untuk kategori Tata Musik terbaik itu akan diputar serentak di Gedung bioskop XXI Metropole & CGV Blitz Pacific Place Jakarta.

Rangkaian agenda HFN 2016 juga memutarkan film pendek di rumah susun pada 31 Maret dan 1 April 2016. Ada lima titik rumah susun terbagi merata yaitu Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu.

Sebagai penutup, panitia HFN2016 mengundang seluruh masyarakat untuk hadir pada Pesta Film Rakyat di Taman Menteng tanggal 2 & 3 April 2016 sejak sore sampai malam hari dengan berbagai macam program serta pemutaran film dengan media layar tancap raksasa.

Sumber : National Geographic Indonesia